Kimia Medisinal 4

 

Sifat-sifat kimia fisika merupakan dasar untuk menjelaskan aktifitas biologis obat karena sifat kimia fisika memegang peranan penting dalam menentukan metode yang tepat untuk formulasi suatu obat, sehingga didapatkan suatu sediaan yang efektif, stabil, dan aman.

Sifat fisika kimia ini juga akan berkaitan erat dalam pengangkutan obat untuk mencapai reseptor. Sebelum mencapai reseptor, molekul-molekul obat harus melalui bermacam-macam membran, berinteraksi dengan senyawa-senyawa dalam cairan luar dan dalam sel serta biopolimer. Disini sifat kimia dan fisika berperan dalam proses penyerapan dan distribusi obat sehingga kadar obat pada waktu tertentu mencapai reseptor dalam jumlah yang cukup besar.

SIFAT FISIKA KIMIA COTRIMOXAZOLE :

TRIMETHOPRIM (disingkat TMP) Mengandung tidak kurang dari 98,5% dan tidak lebih dari 101,0% C14H18N403 dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan. Kelarutan obat : sangat sukar larut dalam air; larut dalam benzil alkohol, agak sukar larut dalam kloroform dan dalam metanol, sangat sukar larut dalam etanol dan dalam aseton, praktis tidak larut dalam eter dan dalam karbon tetraklorida.

SULFAMETOXAZOLE (disingkat SMX) Mengandung tidak kurang dari 99.0% dan tidak lebih dari 101.0% C10H11N3035 dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan. Obat berbentuk serbuk hablur, putih sampai putih, praktis tidak berbau. Kelarutan obat: praktis tidak larut dalam air dalam eter dan dalam kloroform, mudah larut dalam aseton dan dalam larutan natrium hidroksida encer, agak sukar larut dalam etanol.

Link materi pertemuan ketiga :

https://youtu.be/SwiRJkJbiKY


Komentar

  1. Mengapa peran sifat fisika kimia obat dalam proses penyerapan dan distribusi, hanya obat yang berstruktur khas yang tinggi saja yang dapat berinteraksi dengan reseptor biologis ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sifat fisika kimia ini juga akan berkaitan erat dalam pengangkutan obat untuk mencapai reseptor. Sebelum mencapai reseptor, molekul-molekul obat harus melalui bermacam-macam membran, berinteraksi dengan senyawa-senyawa dalam cairan luar dan dalam sel serta biopolimer. Disini sifat kimia dan fisika berperan dalam proses penyerapan dan distribusi obat sehingga kadar obat pada waktu tertentu mencapai reseptor dalam jumlah yang cukup besar. Interaksi obat terhadap reseptor biologis terdapat beberapa faktor salah satunya sifat fisika kimia obat dan struktur obat jika struktur obat dan sifat fisika kimia tidak cocok dengan reseptor biologis maka tidak terjadi interaksi oleh karena itu terdapat struktur obat mempengaruhi hal tersebut.

      Hapus
  2. Pada materi dijelaskan bahwa ciri-ciri fisika kimia bahan obat harus tetap stabil, lalu bagaimana cara mengetahui stabilitas fisika kimia dari kortimoksazol dan durasinya, beserta metode yang digunakan dalam menentukan stabilitasnya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk mengetahui sifat fisika kimia dari kortrimoksazol dapat diketahui dari sifat fisika bahan aktif yang digunakan yaitu gabungan dari 2 antibiotik tadi trimethroprin dan sulfametoksazol serta bahan tambahan yang digunakan atau eksipiennya. Serta bentuk sediaan yang di buat karena ini dapat mempengaruhi kelarutan obat untuk durasi ini diketahui dalam uji waktu hancur sediaan karena pada uji ini kita mengetahui waktu hancur dari sediaan yang dibuat. Untuk metode yang menstabilkan ini diperlukan tujuan dari dibentuk nya sediaan seperti apa sehingga metode yang dilakukan yaitu proses atau metode pembuatan sediaan yang benar seperti metode pembuatan tablet. Serta dalam pemberian nya lansung kepada manusia diperlukan pengujian yang nantinya dapat memberikan efek yang diinginkan serta tidak terdapat pengaruh toksisitas terhadap sifat fisika kimia obat kepada tubuh.

      Hapus
  3. Kotrimoksazol merupakan gabungan dari 2 senyawa yaitu trimethoprim dan sulfametoksazol, menapa digabungkan dan berapa perbandingan antara kedua senyawa tersebut yang terdapat pada kotrimoksazol ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sulfametoksazol dan trimetoprim merupakan salah satu contoh kombinasi antimikroba. Penggunaan secara bersamaan 2 atau lebih agen antimikroba dapat direkomendasikan untuk situasi tertentu sesuai
      pemikiran farmakologi yang rasional. Kegunaan dari kombinasi antimikroba antara lain sebagai pengobatan empiris terhadap suatu infeksi yang penyebabnya
      belum diketahui, pengobatan infeksi polimikrobial, peningkatan aktivitas
      antimikroba (sinergisme) pada infeksi tertentu, dan pencegahan terjadinya
      resistensi (Gilman, Goodman, Rall, & Murad, 2006).
      Di dunia farmasi, kombinasi sulfametoksazol dan trimetoprim dikenal sebagai kotrimoksazol. Kombinasi kedua obat ini bersifat bakterisid,
      sementara pemberian tunggal dari sulfonamida akan bersifat bakteriostatik
      (Katzung, 2006).
      Dan Kadar minimum efektif dalam plasma untuk trimetoprim dan
      sulfametoksazol berturut-turut sebesar 0,6 µg/mL dan 25 µg/mL (American
      Society for Microbiology, 1980). Kotrimoksazol tersedia dalam bentuk tablet oral, mengandung 400 mg sulfametoksazol dan 80 mg trimetoprim atau 800 mg sulfametoksazol dan 160 mg trimetoprim.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kimia Medisinal 11

ISOLASI SENYAWA BIOAKTIF 13

Isolasi senyawa bioaktif 15